PALOPO–Palang Merah Indonesia (PMI) tahun ini berusia 80 tahun. Namun di tengah peringatan HUT ke-80, PMI Palopo mengalami krisis sto9k darah. Kondisi ini mendapat perhatian dari Rumah Sakit Umum (RSU) Bintang Laut Kota Palopo.
Bentuk perhatian RSU Bintang Palopo dengan mengadakan donor darah untuk membantu PMI Palopo dari krisis stok darah, Sabtu lalu, 19 September 2026.
Kegiatan donor darah bukan kali pertama dilaksanakan RSU Bintang Laut Palopo. Donor darah telah menjadi agenda rutin RSU Bintang Laut dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari dokter, perawat, staf rumah sakit hingga masyarakat umum.
Direktur RSU Bintang Laut Palopo, drg. Yulianti Wirawan, S.KG., MARS, mengatakan kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian rumah sakit terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, pihak rumah sakit tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan dan staf internal, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi menjadi pendonor.
Sementara itu, Koordinator Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) UDD PMI Palopo, H. Ramlah, mengatakan stok darah di PMI Palopo saat ini mulai menipis akibat masih minimnya kegiatan donor darah yang digelar oleh instansi maupun kelompok masyarakat.
Meski demikian, kata dia, dalam waktu dekat sudah ada sejumlah instansi yang merencanakan kegiatan donor darah sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kembali persediaan darah di PMI Palopo.
“Karena stok darah menipis, kami juga melibatkan keluarga pasien ketika ada kebutuhan darah,” ujar Ramlah.
Ia menyebut, aksi donor darah yang digelar Rumah Sakit Bintang Laut sangat membantu PMI, terlebih saat ini terdapat sejumlah pasien yang sedang menunggu ketersediaan darah.
Setelah proses donor selesai, darah yang terkumpul akan melalui tahapan skrining sebelum kemudian disalurkan kepada rumah sakit yang membutuhkan. “Setelah selesai, darah ini langsung kami skrining dan selanjutnya disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan, karena sudah ada beberapa pasien yang menunggu darah,” katanya.
Ramlah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit Bintang Laut serta seluruh pendonor yang telah secara sukarela mendonorkan darahnya.
Ia mengimbau masyarakat yang dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk tidak ragu ikut mendonorkan darah secara sukarela. Menurutnya, selain bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor.
Salah seorang pendonor yang juga merupakan fisioterapis RSU Bintang Laut Palopo, Adrianti, mengaku rutin mengikuti kegiatan donor darah. Ia mengatakan, dirinya terdorong untuk kembali mendonor karena merasa lebih segar setelah melakukan donor darah. Di sisi lain, ia menyadari kebutuhan darah bagi pasien sangat tinggi sementara stok di PMI saat ini tengah menipis.
“Saya sudah rutin ikut donor darah. Selain merasa lebih segar setelah donor, darah ini memang sangat dibutuhkan oleh pasien,” ujarnya.
Hal senada disampaikan masyarakat, Suhardi Popang. Ia mengajak masyarakat yang sehat dan memungkinkan untuk mendonorkan darahnya secara sukarela.
Menurutnya, kebutuhan darah sangat besar, sementara mendapatkan darah di PMI terkadang tidak mudah, terutama ketika keluarga pasien sedang membutuhkan.
“Saya sangat merasakan ketika ke PMI untuk mencarikan darah bagi keluarga, itu cukup sulit. Karena itu, kalau masyarakat sehat dan memungkinkan, mari ikut donor darah,” katanya. (nada)

