PALOPO–Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Sulawesi Selatan, berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK). Capaian ini menjadi tonggak penting bagi program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan.

Berdasarkan informasi dalam dokumen akreditasi, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris memperoleh predikat Unggul melalui Surat Keputusan Nomor 2284/SK/LAMDIK/Ak-ISK/S/X/2026.

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UM Palopo, Jusriati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, predikat Unggul merupakan salah satu cita-cita yang telah diupayakan sejak program studi terbentuk melalui sejumlah tahapan evaluasi dan proses reakreditasi.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pengelola program studi, fakultas, hingga pimpinan universitas yang terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas akademik.

Jusriati juga menjelaskan, salah satu keunggulan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UM Palopo terletak pada pengembangan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kegiatan tatap muka di dalam kelas.

“Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dan praktik di luar kelas, termasuk pengalaman mengajar hingga ke luar negeri. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi bahasa Inggris, serta membangun keterampilan komunikasi mahasiswa dalam lingkungan yang lebih beragam,” urai Jusriati.

Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Sulawesi Selatan, berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK). Capaian ini menjadi tonggak penting bagi program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan.

Menurutnya, suatu program studi dapat memperoleh predikat unggul ketika mampu memenuhi sekaligus melampaui standar pendidikan tinggi yang telah ditetapkan.

“Pengalaman belajar di luar kelas menjadi salah satu upaya program studi dalam memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, terutama dalam mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Meski baru memperoleh predikat Unggul, Jusriati menyadari bahwa mempertahankan capaian tersebut membutuhkan komitmen yang tidak kalah besar dibandingkan proses meraihnya. “Strategi yang disiapkan adalah memperkuat budaya mutu secara berkelanjutan, termasuk memastikan setiap indikator penilaian akademik dan kelembagaan dipenuhi sejak dini,” jelasnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan administrasi dan dokumentasi kegiatan secara tertib. Setiap aktivitas, termasuk penelitian dan kegiatan akademik, perlu didukung dokumen yang memadai, mulai dari surat undangan atau surat tugas, daftar hadir, notulen, hingga dokumentasi kegiatan.

Dengan sistem pendokumentasian yang teratur dan evaluasi berkelanjutan, program studi berharap dapat menjaga konsistensi mutu serta mempertahankan predikat Unggul pada masa mendatang.

Selain penguatan mutu akademik, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UMPalopo juga menawarkan pengalaman internasional bagi mahasiswa. Jusriati menyebutkan, salah satu program yang telah berjalan secara rutin adalah penugasan mahasiswa untuk mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah di Thailand, termasuk di wilayah Loei.

Program tersebut telah berlangsung sekitar empat tahun dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar dalam lingkungan pendidikan lintas negara. Program studi juga membuka peluang pengalaman internasional di Taiwan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa.

Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Sulawesi Selatan, menawarkan kesempatan magang dan pengalaman mengajar di luar negeri bagi mahasiswa.

Menurut Jusriati, kesempatan tersebut sejalan dengan visi program studi untuk menghasilkan lulusan yang andal dalam *interpersonal communication skill*, yakni kemampuan membangun komunikasi dan menjalin hubungan secara efektif dengan orang lain.

Kemampuan komunikasi interpersonal dinilai penting karena lulusan tidak hanya dituntut menguasai materi akademik, tetapi juga mampu bekerja sama, beradaptasi, dan membangun hubungan profesional di lingkungan kerja.

Dengan raihan akreditasi Unggul, Jusriati mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan di Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UM Palopo.

“Selain pembelajaran bahasa Inggris, mahasiswa berkesempatan mengembangkan keterampilan komunikasi, mengikuti kegiatan di luar kelas, serta memperoleh pengalaman mengajar di tingkat internasional melalui program yang dijalankan program studi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti biaya kuliah yang terjangkau serta fasilitas pembelajaran yang disediakan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pendidikan mahasiswa.

“Capaian akreditasi Unggul ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Dengan komitmen terhadap budaya mutu dan pengembangan pengalaman belajar mahasiswa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UM Palopo menargetkan peningkatan kualitas yang berkelanjutan sejalan dengan semangat universitas untuk tumbuh mendunia.(putri)