RANTEPAO–Dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Samsat, dan PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi melalui kegiatan High Level Meeting (HLM). Pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari optimalisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik (PBJT-TL), percepatan meterisasi Penerangan Jalan Umum (PJU), penguatan kerja sama antarlembaga, hingga kesiapan menghadapi potensi dampak fenomena El Niño terhadap sistem kelistrikan.
Manager PLN ULP Rantepao, Ferdinina Tjeleni, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga merupakan langkah penting untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dan PLN, sehingga upaya peningkatan pendapatan daerah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah optimalisasi penerimaan PBJT-TL melalui penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan PLN. Upaya ini diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban pembayaran rekening listrik tepat waktu, sosialisasi layanan kelistrikan, serta penggantian kWh meter yang sudah tua sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan penerimaan daerah yang lebih optimal sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Selain itu, rapat koordinasi juga menyoroti percepatan meterisasi PJU di wilayah Kabupaten Toraja Utara. Sebagai langkah awal, direncanakan pelaksanaan survei bersama untuk mengidentifikasi titik-titik PJU yang perlu ditindaklanjuti. Meterisasi diharapkan dapat mendukung pengelolaan penggunaan listrik untuk penerangan jalan secara lebih tertib, terukur, dan transparan, sekaligus membantu pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan serta pengendalian biaya penerangan jalan.
Dalam rangka memastikan keberlanjutan program kolaborasi, para pihak juga mendorong percepatan penyusunan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) maupun Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan PLN. Landasan kerja sama ini diharapkan dapat memperjelas ruang lingkup koordinasi, pembagian peran, serta pelaksanaan program bersama agar berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
Pada aspek ketenagalistrikan, PLN turut menyampaikan perkembangan kondisi sistem kelistrikan serta langkah-langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Niño. Kondisi cuaca ekstrem dan perubahan pola curah hujan menjadi faktor yang perlu diantisipasi melalui pemantauan sistem, kesiapan personel, serta pemeliharaan infrastruktur guna menjaga keandalan pasokan listrik.
PLN juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat mengenai kondisi kelistrikan dan langkah antisipasi yang dilakukan. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan menggunakan listrik secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga upaya menjaga keandalan pasokan dapat didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.
Melalui HLM ini, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Samsat, dan PLN diharapkan semakin kuat dalam mendorong optimalisasi penerimaan daerah, mempercepat penataan pengelolaan PJU, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan operasional ketenagalistrikan.
Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan tata kelola yang lebih baik, pelayanan publik yang berkualitas, dan pasokan listrik yang andal untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Toraja Utara. (***)

