PALOPO–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, memastikan tidak ada unsur sabotase dibalik menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) berulat dan berbau di Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Dinkes Palopo memastikan jika menu MBG yang disalurkan SPPG Wara Lagaligo milik Yayasan Pondok Pesantren Datok Sulaiman, Jalan We Cudai, Kelurahan Lagaligo, bermasalah.
Kepala Dinkes Palopo, Irsan Anugrah mengatakan, sesuai hasil peninjauan lapangan tim Dinkes Palopo, kasus menu MBG berulat ini tidak ditemukan adanya unsur sabotase. “Yang ditemukan tim terpadu melibatkan berbagai unsur dan Dinkes, ayam menu MBG memang ada masalah,” kata Irsan Anugrah, Kamis (22/10/2026).
Menu MBG berulat dan bau tersebut dibagikan kepada 39 penerima manfaat di Kelurahan Lagaligo seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Dari 39 penerima manfaat tersebut, tim Dinkes melakukan sampling terhadap 8 penerima manfaat MBG.
“Sebanyak 7 penerima manfaat mengaku jika ayam dalam menu MBG tersebut berbau dan ditemukan ulat. Salah satu penerima manfaat, salah satu Ketua RT di Lagaligo yang memvideokan menu MBG tersebut mengaku jika menu MBG yang diterima bau dan berulat,” jelas Irsan.
NSJ Billiards Tegaskan Dukungan Pemberantasan Narkoba di Palopo, Novi Hosea Berikan Klarifikasi
Atas temuan tim Dinkes Palopo tersebut, Irsan menegaskan, pihaknya meminta pengelola SPPG Wara Lagaligo, termasuk dapur MBG lainnya di Kota Palopo agar mengutamakan aspek kebersihan, higienitas, dan keamanan pangan dalam setiap tahapan pengolahan makanan.
Dikatakan Irsan, makanan menu MBG yang disajikan bagi siswa dan B3 harus berasal dari bahan segar, sehat, dan diolah dengan cara yang higienis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa asupan gizi yang diterima anak sekolah dan B3 benar-benar aman dan bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka.
“Mulai dari proses pencucian bahan baku, pemilihan sayur dan daging, hingga pengolahan dan penyajian, semua harus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Tempat pengolahan juga harus bersih, tertutup dari debu, dan memiliki sanitasi yang baik,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pengawasan sanitasi dapur dilakukan secara rutin oleh tim kesehatan, termasuk pemeriksaan sumber air, kebersihan alat masak, serta penyimpanan bahan makanan agar terhindar dari kontaminasi.
“Setiap dapur SPPG harus memenuhi kriteria layak dan bersih. Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring agar kualitas makanan yang disajikan selalu terjaga. Dan tentunya kita tidak menginginkan kejadian seperti itu (berulat dan busuk) ada lagi di Palopo,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, publik di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, heboh menyusul beredarnya video viral pendek di media sosial seperti Tiktok dan Facebook soal menu Makanan Bergizi Gratis (MBH) berulat dari salah satu SPPG di Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Dinas Kesehatan (Dinkes) Palopo langsung turun tangan untuk menyelidiki dugaan kontaminasi makanan MBG tersebut hingga dikeluhkan warga penerima lantaran berulat dan busuk.
Diketahui, dalam video terlihat belatung bergerak di sela-sela daging ayam goreng. Warga juga mengeluhkan aroma busuk yang menyengat. Paket makanan dibagikan Senin (19/10/2026) kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menu diproduksi dapur SPPG Wara Lagaligo di bawah Yayasan Pondok Pesantren Datok Sulaiman, Jalan We Cudai, Kelurahan Lagaligo. (***)

