PALOPO–Teka-teki siapa bakal duduk di DPR RI dari Dapil III Sulsel menggantikan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang hengkang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai terjawab. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi mengajukan nama Hj Hayarna Hakim sebagai pengganti RMS di Senayan.
Etta, begitu Hayarna Hakim akrab disapa, diajukan ke KPU RI oleh DPP Nasdem sebagai PAW RMS, merujuk SK Nomor 143/Kpts/DPP-NasDem/IV/2026 tertanggal 7 April 2026. SK DPP Partai Nasdem tersebut terkait pemberhentian RMS dan menunjuk Dr. Hj. Hayarna Hakim, SH. sebagai penggantinya di Senayan.
Pemberhentian RMS bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi internal yang dilakukan sejak Februari 2026, tindakan RMS yang bergabung dengan PSI dianggap sebagai bentuk pengunduran diri secara de facto dan pelanggaran berat terhadap AD/ART partai.
“Ini adalah bagian dari penegakan disiplin organisasi. Setiap kader yang sudah tidak sejalan dengan manifesto partai, apalagi berpindah partai, tentu harus melepaskan mandatnya sebagai wakil dari NasDem,” tegas poin dalam surat keputusan tersebut.
Penunjukan Dr. Hj. Hayarna Hakim, SH. sebagai pengganti melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW) dinilai sebagai langkah tepat. Sebagai peraih suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan yang sama, Hayarna dipandang memiliki basis massa yang kuat dan integritas yang sudah teruji.

DPP Nasdem Tunjuk Hayarna Hakim PAW RMS di Senayan, SK Viral Beredar di Medsos
Merujuk SK DPP Partai Nasdem tersebut, yang mulai viral beredar di media sosial, SK DPP NasDem tersebut telah melibatkan hasil rapat bersama pengurus DPD NasDem Sulawesi Selatan. Hayarna akan melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Kehadiran Hayarna diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program-program pembangunan dan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan di tingkat pusat.
Saat ini, jajaran NasDem Sulawesi Selatan tengah berkoordinasi dengan sekretariat DPR RI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merampungkan proses administrasi pelantikan. Publik di Sulsel kini menanti kiprah Hayarna Hakim yang akan membawa warna baru bagi representasi daerah di kancah nasional.
Dengan keluarnya keputusan ini, polemik mengenai status Rusdi Masse di NasDem berakhir, dan partai kini sepenuhnya fokus pada penguatan struktur di bawah kepemimpinan baru di sisa periode legislatif ini.(***)

