PALOPO- Secara tegas, manajemen SPBU Binturu Palopo mengklarifikasi tudingan miring yang beredar di media sosial, pihak SPBU Binturu menyatakan pihaknya tidak melayani pelansir BBM sebagaimana tuduhan yang dialamatkan.

SPBU Binturu juga dengan tegas menepis tuduhan pungutan liar (Pungli) oleh marshal yang mengatur antrean. Manajer SPBU Binturu, Aswil, kepada awak media, Sabtu (5/9/2026), menyatakan dalam melayani konsumen pihaknya berpedoman pada barcode yang dikeluarkan pemerintah, termasuk barcode untuk nelayan.

“Konsumen yang melakukan pengisian BBM harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan menunjukkan barcode sebagai dasar pelayanan, tidak benar kami melayani pelansir, setiap konsumen yang datang dilayani menggunakan barcode,” tegas Aswil.

Ia juga memastikan, SPBU tidak memberikan perlakuan khusus kepada konsumen tertentu di luar mekanisme yang telah ditetapkan. “Terkait keberadaan marshal yang membantu mengatur antrean kendaraan di area SPBU, hal itu sepenuhnya diarahkan agar pelayanan di SPBU berjalan sesuai prosedur,” cetusnya. (*)